IMAN DAN ISLAM. PERBAHARUI KEIMANAN DENGAN TAUHID


MENGUNDANG ALLAH
Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
Saudara-saudariku seiman.
Undangan Allah sangat banyak.
Diantaranya adalah bersyahadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa dibulan Romadhon, melaksanakan haji, beriman kepada Allah, beriman kepada Malaikat-Malaikat Allah, beriman kepada Kitab-Kitab Allah, beriman kepada Rosul-Rosul Allah, beriman kepada Hari Kiamat, serta beriman kepada Qodho dan Qodar Allah (baik Taqdir yang baik maupun Taqdir yang buruk), dimana semua Undangan Allah tersebut telah terangkum dalam Hablum Minallaah (bermanfaat bagi hubungan kita dengan Allah) dan Hablum Minannaas (juga bermanfaat bagi hubungan kita dengan Makhluk Allah).
Dan cara memenuhi Undangan Allah adalah dengan Ber-Ihsan, yaitu merasa selalu bersama Allah dengan seolah-olah kita melihat Allah.
Dan walaupun kita tidak melihat Allah namun kita yakin bahwa Allah selalu melihat kita.
ANTA'BUDALLAAHA KA-ANNAKA TAROOHU, FAINNAKA ILLAA TAKUN TAROOHU FAINNAHU YAROOKA.
"Kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu."
(HR Muslim)
Dan dengan memenuhi Undangan Allah, maka sama halnya dengan kita mengundang Allah.
Dan ini tersirat dalam firman Allah:
FADZ-KURUUNIII ADZ-KURKUM, WASY-KURUULII WALAA TAKFURUUN.
"Maka berdzikirlah kepada-Ku niscaya Aku pun berdzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan jangan menjadi Kafir!"
(Al Baqoroh : 152)
Atau:
IN TANSHURULLAAHA YANSHURKUM.
"Jika kamu menolong Allah, maka Allah pun akan menolongmu."
(Muhammad : 7)
Dan ini artinya, jika kita memenuhi Undangan Allah maka Allah pun akan memenuhi Undangan Kita.
Dan hamba mana yang Ihsan-nya tidak ingin berubah menjadi Mi'roj, dimana yang tadinya tidak merasa melihat Allah menjadi merasa selalu melihat Allah, atau yang tadinya merasa Allah sangat jauh diujung langit sana menjadi merasa selalu berhadap-hadapan dengan Allah, atau yang tadinya Mi'roj-nya diluar diri menjadi Mi'roj didalam diri?
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROSSAMAAWAATI WAL ARDHO HANIIFAA.
"Sesungguhnya telah kuhadapkan wajahku kepada Wajah Pencipta Langit dan Bumi didalam hati yang tunduk."
(Al An'am : 79)
Saudaraku.
Rosulullah miskin bukan karena Beliau tidak bekerja dan berharta, tetapi hartanya habis karena selalu Beliau sedekahkan. Sehingga Beliau pun tidak mau menerima sedekah maupun hadiah (dan walaupun ada hadiah yang Beliau terima namun hadiah tersebut selalu Beliau hadiahkan lagi kepada orang lain). Sebab kemiskinan karena bersedekah termasuk salah satu cara mengundang Allah.
FATTAQULLAAHA MASTA-THO'TUM, WASMA'UU WA A-THII'UU, WA ANFIQUU KHOIROL LI ANFUSIKUM, WA MAY YUUQO SYUHHA NAFSIHII FA ULAAAIKA HUMUL MUFLIHUUN.
"Maka bertaqwalah kepada Allah semampumu, dan dengarlah serta taatlah. Dan infaqkanlah (atau shodaqohkanlah) harta terbaikmu, karena siapa saja yang terhindar dari kekikiran maka merekalah orang-orang yang menang."
(At Taghoobun : 16)
Dan sesungguhnya kita ini "INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UUN" tidak memiliki dan dimiliki sesuatu pun kecuali hanya memiliki dan dimiliki Allah, atau kita hanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
Maka penuhilah segala Undangan Allah dengan Jihad yang sesungguhnya sehingga Allah pun akan memenuhi undangan kita dengan Jihad yang sesungguhnya pula.
WA I-DZAA SA-ALAKA 'IBAADII 'ANNII FA INNII QORIIBUN, UJIIBU DA'WATAD DAA'I I-DZAA DA'AANI, FAL YASTAJIIBUULII WAL YU'-MINUUBII LA'ALLAHUM YAR-SYUDUUN.
"Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan do'a orang yang berdo'a jika dia berdo'a kepada-Ku. Namun hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku (atau memenuhi Undangan-Ku) dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat kebenaran (atau petunjuk)."
(Al Baqoroh : 186)
Saudara-saudariku seiman.
Maka berbuatlah untuk memenuhi Undangan Allah, mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, karena kita telah dimudahkan untuk melakukan semua itu.
I'MALUU FAKULLUM MUYASSIRUL LIMAA KHULIQO LAHU.
"Berbuatlah kalian, karena setiap orang telah dimudahkan kepada tujuan penciptaannya (yaitu untuk memenuhi Undangan Allah)."
(Muttafaqun 'Alaih)
WALLAAHU FII 'AUNIL 'ABDI MAA KAANAL 'ABDU FII 'AUNI A-KHIIHI.
"Dan Allah selalu menolong hamba-Nya, selagi si hamba-Nya itu selalu menolong saudaranya."
(HR Muslim)
A'LAAHA QUULU LAA ILAAHA ILLALLAAHU, WA ADNAAHAA IMAA THOTUL A-DZAA 'ANITH-THORIIQI.
"Cabang Iman tertinggi adalah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH, dan yang terendah adalah menyingkirkan sesuatu (seperti kayu dan batu) yang menghalangi jalan."
(HR Muslim)
Saudaraku.
Semoga saudara semua paham.
Aamiin.
Terimakasih.
Wassalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.

No comments:

Post a Comment

Entri yang Diunggulkan

Isra Miraj

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذى باركنا حوله لنريه...